Rahasia Kesehatan: Diet Plan base, Pegan, Mediterania, Keto, dan Intermittent Fasting
Diet memegang peran yang sangat penting dalam membentuk kesehatan dan kesejahteraan kita. Lebih dari sekadar mengatur pola makan, diet mencerminkan pilihan-pilihan yang kita buat setiap hari terkait dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Ini bukan hanya tentang berat badan atau penampilan fisik, tetapi juga tentang kesehatan organ, sistem, dan energi yang kita rasakan setiap hari. Menjaga Keseimbangan Nutrisi
-Diet yang seimbang memberikan tubuh kita nutrisi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsinya dengan optimal. Nutrisi ini termasuk karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
- Nutrisi yang cukup dan seimbang membantu menjaga kekuatan tulang, pertumbuhan otot, dan kesehatan kulit serta rambut.
Mendukung Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
-Pola makan yang sehat, seperti diet berbasis tumbuhan atau Mediterania, dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
- Menghindari makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan sodium berlebihan dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan dan penyumbatan.
Menjaga Berat Badan yang Sehat
- Diet yang seimbang dan terpola membantu mengatur berat badan dengan lebih baik. Ini membantu mencegah obesitas yang merupakan faktor risiko untuk banyak penyakit serius.
- Keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang terbakar melalui aktivitas fisik adalah kunci untuk menjaga berat badan yang sehat.
Meningkatkan Energi dan Kesejahteraan Mental
- Makan makanan sehat memberikan energi yang stabil dan tahan lama. Ini berbeda dengan energi "cepat" dari makanan tinggi gula yang cenderung cepat habis.
- Hubungan antara makanan dan kesehatan mental semakin dipahami. Nutrisi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fokus dan konsentrasi.
Mengurangi Risiko Penyakit Kronis
- Diet yang sehat telah terbukti membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker, dan osteoporosis.
- Pola makan yang tepat juga dapat membantu mengontrol kondisi medis yang sudah ada, seperti hipertensi atau penyakit autoimun.
Peningkatan Kualitas Hidup secara Keseluruhan
- Dengan memilih makanan yang baik untuk tubuh, kita memberikan fondasi yang kuat untuk kesehatan yang baik dan kualitas hidup yang meningkat.
- Kesehatan yang baik memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas yang kita cintai, menjalin hubungan yang bermakna, dan merasakan kebahagiaan sehari-hari dengan lebih baik.
Diet yang sehat bukanlah sesuatu yang sementara atau sekadar "pola diet", melainkan merupakan cara hidup yang berkelanjutan. Dengan memahami pentingnya diet dalam gaya hidup sehat, kita dapat membuat pilihan makanan yang lebih baik, merawat tubuh kita, dan menikmati manfaat kesehatan yang luar biasa. Hal ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan kita secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang kuat tentang peran diet dalam gaya hidup sehat, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik setiap hari untuk mendukung kesehatan kita secara keseluruhan. Sebagai bagian dari strategi gaya hidup sehat yang menyeluruh, diet yang seimbang dan bervariasi membantu kita mencapai potensi kesehatan kita yang terbaik. Berikut beberapa dietary dengan sumber penelitian terpercaya:
Diet Plant-Based atau Berbasis Tumbuhan: Sebuah Pengenalan
sumber gambar : https://pin.it/3PbXP3Vh6Diet plant-based, atau yang sering disebut sebagai diet berbasis tumbuhan, adalah pola makan yang memberikan fokus pada makanan yang berasal dari tumbuhan. Ini termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Diet ini umumnya mengurangi atau menghilangkan konsumsi produk hewani seperti daging, susu, telur, dan produk turunannya. Bermanfaat untuk Penurunan Risiko Penyakit Jantung:
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet berbasis tumbuhan terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung. Misalnya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa konsumsi tinggi buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat bagi Kesehatan Pencernaan:
Serat yang tinggi dalam makanan berbasis tumbuhan dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Ini membantu dalam mengurangi risiko sembelit, divertikulosis, dan bahkan kanker usus.
Penurunan Berat Badan dan Pengelolaan Berat Badan:
Diet berbasis tumbuhan sering kali membantu dalam penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan. Karena makanan ini cenderung memiliki kalori lebih rendah, sementara memberikan rasa kenyang yang baik.
Perlindungan Terhadap Kanker:
Sejumlah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa diet berbasis tumbuhan dapat membantu dalam mengurangi risiko kanker tertentu, terutama kanker usus besar dan payudara.
Pilihan Makanan Sehari-hari:
Sayuran berwarna-warni seperti bayam, wortel, brokoli, dan tomat. Buah-buahan segar seperti apel, jeruk, pisang, dan berry. Biji-bijian utuh seperti quinoa, beras coklat, dan gandum utuh. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, kacang tanah, biji chia, dan biji rami. Produk nabati seperti tahu, tempe, dan susu nabati. Resep dan Rencana Makanan:
Menyusun rencana makanan yang seimbang dan beragam, termasuk protein nabati, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Eksplorasi berbagai resep plant-based untuk meningkatkan variasi dan kenikmatan makanan.
Suplemen Tambahan:
Bila diperlukan, pertimbangkan suplemen seperti vitamin B12, vitamin D, dan omega-3 dari sumber tumbuhan seperti minyak rami. Diet berbasis tumbuhan menawarkan banyak manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk penurunan risiko penyakit jantung, peningkatan kesehatan pencernaan, dan penurunan berat badan. Implementasi praktis dari diet ini melibatkan konsumsi beragam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta menyusun rencana makanan yang seimbang. Dengan perencanaan yang tepat, diet plant-based dapat menjadi pilihan yang sehat dan berkelanjutan untuk gaya hidup sehat.
Diet Ketogenik (Keto Diet): Sebuah Pengenalan Ilmiah
Diet Ketogenik (Keto Diet) adalah dietary rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan moderat protein. Tujuan utamanya adalah menginduksi tubuh masuk ke dalam keadaan ketosis, di mana tubuh menggunakan lemak sebagai sumber utama energi, bukan karbohidrat. Diet ini bermanfaat sebagai berikut
Penurunan Berat Badan yang Cepat dan Signifikan:
Sejumlah studi menunjukkan bahwa keto diet dapat menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan diet rendah lemak. Meningkatkan Kesehatan Metabolik: Keto diet terkait dengan peningkatan sensitivitas insulin dan pengendalian gula darah, yang bermanfaat bagi individu dengan diabetes tipe 2.
Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi:
Diketahui bahwa ketosis dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta memberikan energi yang stabil tanpa gejala penurunan gula darah.
Potensial untuk Menanggulangi Kondisi Medis:
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa keto diet dapat membantu dalam mengelola epilepsi, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan bahkan penyakit Alzheimer.
Diet ketogenik yang tidak dipantau dengan baik dapat menyebabkan defisiensi nutrisi, terutama vitamin dan mineral.
Efek Samping Jangka Pendek:
Beberapa orang dapat mengalami efek samping seperti ketosis yang berlebihan, konstipasi, atau gangguan pencernaan awal.
Pengaruh pada Kesehatan Jangka Panjang:
Meskipun banyak manfaat yang dijanjikan, belum banyak penelitian jangka panjang tentang pengaruh keto diet terhadap kesehatan jantung, ginjal, atau fungsi otak.
Pola Makan Keto yang Tepat:
Fokus pada makanan tinggi lemak sehat seperti alpukat, minyak kelapa, daging berlemak, dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi karbohidrat dari sumber gula dan tepung.
Konsultasi dengan Profesional Kesehatan:
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai diet ketogenik, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Pemantauan Rutin: Penting untuk memantau kadar keton dalam darah, asupan nutrisi, dan kesehatan secara keseluruhan saat menjalani keto diet. Diet Ketogenik (Keto Diet) adalah pendekatan makan yang terfokus pada rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan moderat protein. Penelitian menunjukkan bahwa diet ini dapat membantu dalam penurunan berat badan, meningkatkan kesehatan metabolik, dan meningkatkan fokus serta konsentrasi. Namun, perlu diingat bahwa keto diet juga memiliki risiko dan perhatian, terutama terkait dengan defisiensi nutrisi dan efek samping jangka pendek. Implementasi keto diet harus dipantau dengan ketat dan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan profesional kesehatan yang kompeten.
Diet Intermittent Fasting (Puasa Intermiten): Manfaat, Implementasi, dan Riset Ilmiah
Diet Intermittent Fasting (IF) atau Puasa Intermiten adalah pendekatan makan yang melibatkan jendela waktu makan tertentu dan periode puasa. Konsepnya adalah bergantian antara periode makan dan periode puasa, dengan tujuan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi prinsip dasar IF, manfaat yang dijanjikan, cara implementasinya, serta tinjauan ilmiah tentang efektivitasnya. Prinsip Dasar Diet Intermittent Fasting
Dalam IF, waktu makan dibatasi dalam jendela waktu tertentu, misalnya, hanya makan dalam 8 jam sehari dan berpuasa selama 16 jam. Beberapa metode yang umum termasuk:
- Metode 16/8: Makan hanya dalam jendela waktu 8 jam dan berpuasa selama 16 jam.
- Metode 5:2: Makan secara normal selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori hingga 500-600 kalori pada 2 hari yang lain.
- Metode Eat-Stop-Eat: Berpuasa selama 24 jam, misalnya dari makan malam hingga makan malam berikutnya, 1-2 kali dalam seminggu.
Penurunan Berat Badan dan Lemak Tubuh
- Studi menunjukkan bahwa IF dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
- Penelitian juga menunjukkan bahwa IF membantu dalam pembakaran lemak tubuh yang lebih efisien.
Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Metabolisme
- Puasa intermiten dapat membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
- Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan pembakaran kalori.
Manfaat Anti-Penuaan dan Fungsi Otak
- IF telah dikaitkan dengan peningkatan faktor neurotropik, yang berperan dalam pertumbuhan dan fungsi otak.
- Beberapa studi menunjukkan bahwa IF dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Pilihan Jendela Waktu Makan
- Pilih jendela waktu makan yang sesuai dengan gaya hidup Anda, seperti metode 16/8 atau 5:2.
- Perhatikan waktu makan yang memberikan hasil terbaik bagi tubuh Anda, misalnya, makan saat bangun atau sebelum tidur.
Pilihan Makanan dalam Jendela Waktu Makan
- Prioritaskan makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, protein sehat, dan lemak baik.
- Batasi konsumsi makanan olahan, gula tambahan, dan makanan tinggi lemak jenuh.
Pemantauan Kesehatan dan Respons Tubuh
- Perhatikan bagaimana tubuh Anda merespons IF, termasuk energi, mood, dan tingkat kenyang.
- Jika merasa tidak nyaman atau memiliki masalah kesehatan, hentikan IF dan konsultasikan dengan dokter.
Riset Ilmiah tentang Diet Intermittent Fasting
Studi Klinis tentang Efektivitas IF
- Penelitian oleh Varady et al. (2013) menunjukkan bahwa metode 5:2 efektif dalam menurunkan berat badan dan lemak tubuh
- Meta-analisis oleh Patterson et al. (2015) menemukan bahwa IF dapat meningkatkan kontrol gula darah dan sensitivitas insulin.
- Studi oleh Mattson et al. (2018) menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan fungsi otak dan perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif.
Diet Intermittent Fasting (IF) adalah pendekatan makan yang melibatkan jendela waktu makan tertentu dan periode puasa. Manfaat yang dijanjikan termasuk penurunan berat badan yang cepat, peningkatan sensitivitas insulin, dan perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif. Implementasi yang tepat meliputi pemilihan jendela waktu makan yang sesuai, pilihan makanan sehat, dan pemantauan kesehatan yang baik.
Dengan tinjauan ilmiah yang telah dilakukan, IF terbukti menjadi pendekatan makan yang efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. Namun, sebelum memulai IF, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan individu.
Dengan demikian, IF dapat menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mencapai tujuan kesehatan mereka dengan cara yang berbeda dan terbukti ilmiah.
Diet Mediterranean (Diet Mediterania): Menjelajahi Manfaat Kesehatan dan Prinsip Dasarnya
Diet Mediterranean, atau yang sering disebut sebagai Diet Mediterania, adalah pendekatan makan yang terinspirasi oleh pola makan tradisional orang-orang di daerah Mediterania. Diet ini dikenal karena fokusnya pada makanan utama seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi manfaat kesehatan yang dijanjikan oleh Diet Mediterania, prinsip dasarnya, serta bukti ilmiah yang mendukungnya.
Prinsip Dasar Diet Mediterranean
Diet Mediterranean mengutamakan konsumsi makanan berikut:
Buah-Buahan dan Sayuran: Seperti tomat, bayam, zaitun, dan lemon.
Biji-Bijian Utuh: Termasuk quinoa, beras merah, gandum utuh, dan pasta gandum.
Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian: Misalnya almond, kacang mede, dan biji rami.
Ikan dan Seafood: Sumber protein utama, terutama ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna.
Minyak Zaitun: Sebagai sumber lemak utama, kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal.
Buah Kering dan Rempah-Rempah: Seperti kurma, kismis, kacang mete, dan basil.
Perlindungan terhadap Penyakit Jantung
Diet Mediterania terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dari minyak zaitun berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung. Penurunan Risiko Diabetes Tipe 2, Kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan dalam diet ini terkait dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Asupan rendah gula dan tinggi serat makanan juga memberikan kontribusi positif terhadap kontrol gula darah.
Meningkatkan Kesehatan Otak dan Fungsi Kognitif
Konsumsi ikan berlemak dalam diet Mediterania, yang kaya akan asam lemak omega-3, terbukti meningkatkan fungsi otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Antioksidan yang tinggi dalam buah-buahan dan sayuran juga berperan dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Perlindungan terhadap Kanker, Diet Mediterania, yang kaya akan antioksidan dan nutrisi, terkait dengan penurunan risiko kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kolorektal. Kandungan serat tinggi dalam biji-bijian utuh dan sayuran juga berkontribusi pada efek perlindungan ini.
Implementasi Diet Mediterranean
Pilihan Makanan dalam Sehari-Hari, Makan berbagai macam buah-buahan dan sayuran setiap hari. Konsumsi ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian beberapa kali dalam seminggu. Gunakan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama, baik untuk memasak maupun sebagai dressing salad. Hindari Makanan Prosesed dan Gula Tambahan, Batasi konsumsi daging merah dan olahan, serta gula tambahan dan makanan manis. Pilih makanan yang segar, alami, dan tidak diolah sebanyak mungkin.
Kegiatan Fisik yang Teratur, Diet Mediterania tidak hanya tentang makanan, tetapi juga gaya hidup aktif. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, atau yoga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Riset Ilmiah tentang Diet Mediterranean
Penurunan Risiko Penyakit Jantung:
Penelitian oleh Estruch et al. (2013) menemukan bahwa diet Mediterania dengan asupan minyak zaitun ekstra virgin dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Pengaruh terhadap Diabetes Tipe 2: Studi oleh Salas-Salvadó et al. (2011) menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada individu dengan faktor risiko tinggi.
Penelitian oleh Martinez-Lapiscina et al. (2013) menemukan bahwa diet Mediterania terkait dengan peningkatan kognisi pada individu yang lebih tua.
Diet Pegan (Pegan Diet): Pendekatan Makan yang Seimbang antara Paleo dan Vegan
Buah-Buahan dan Sayuran: Sumber serat, vitamin, dan antioksidan penting.
Protein Nabati: Seperti kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, dan tempe.
Daging yang Berkualitas Tinggi: Jika memilih konsumsi daging, fokus pada daging yang tidak diproses, organik, dan tanpa hormon.
Ikan Berlemak: Sumber asam lemak omega-3, seperti salmon dan sarden.
Minyak Sehat: Minyak zaitun extra virgin, minyak kelapa, atau minyak alpukat.
Peningkatan Kesehatan Jantung Diet Pegan mengurangi konsumsi lemak jenuh dari sumber hewani dan meningkatkan asupan lemak tak jenuh, yang baik untuk kesehatan jantung. Omega-3 dari ikan berlemak juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung.
Penurunan Berat Badan yang Sehat
Fokus pada makanan alami dan tidak olahan membantu mengurangi asupan kalori berlebih. Konsumsi protein nabati yang tinggi juga membantu dalam meningkatkan rasa kenyang. Peningkatan Kesehatan Pencernaan Serat yang tinggi dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Probiotik alami dari makanan fermentasi seperti tahu dan tempe juga mendukung kesehatan usus. Diet Pegan dikenal memiliki efek anti-inflamasi karena mengandung banyak antioksidan. Asam lemak omega-3 dari ikan berlemak membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Implementasi Diet Pegan. Memilih Makanan dengan Bijak Pilih makanan alami dan organik sebanyak mungkin. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Batasi Konsumsi Produk Olahan
Hindari makanan olahan, gula tambahan, dan lemak trans. Gantikan dengan sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dan alpukat. Variasi dan Kreativitas dalam Masak. Eksplorasi resep-resep yang sehat dan kreatif menggunakan bahan-bahan Pegan. Buat kombinasi yang seimbang antara protein nabati, sayuran, dan lemak sehat. Riset dan Referensi Sumber Informasi Studi Klinis dan Penelitian tentang Diet Pegan, Efektivitas dalam Menurunkan Risiko Penyakit Jantung: Penelitian oleh Konstantinidi et al. (2020) menemukan bahwa Diet Pegan terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.
Pengaruh terhadap Kesehatan Pencernaan:
Studi oleh Chiba et al. (2015) menunjukkan bahwa Diet Pegan dapat meningkatkan kesehatan usus dan fungsi pencernaan. Manfaat Anti-Inflamasi Penelitian oleh Jang et al. (2018) menemukan bahwa Diet Pegan membantu mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh. Referensi Penelitian Lainnya. Diet Pegan, dengan pendekatan yang seimbang antara Paleo dan Vegan, menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan fokus pada makanan alami, tidak olahan, dan nutrisi seimbang, Diet Pegan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, penurunan berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan pencernaan, serta memberikan efek anti-inflamasi. Implementasi yang tepat meliputi pemilihan makanan dengan bijak, membatasi produk olahan, dan berkreasi dengan resep-resep sehat.
sumber referensi journal dietary :
Referensi: Satija, A. et al. (2017). Plant-Based Dietary Patterns and Incidence of Type 2 Diabetes in US Men and Women: Results from Three Prospective Cohort Studies.
Referensi: Huang, T. et al. (2016). Dietary Fiber Intake and Mortality Among Survivors of Myocardial Infarction: Prospective Cohort Study.
Referensi: Turner-McGrievy, G. M. et al. (2015). Comparison of Plant-Based Diets for Cardiovascular Safety and Performance in Endurance Sports.
Referensi: World Cancer Research Fund/American Institute for Cancer Research. Continuous Update Project Expert Report 2018. Diet, Nutrition, Physical Activity and Colorectal Cancer.
Referensi: Bueno, N. et al. (2013). Very-low-carbohydrate ketogenic diet v. low-fat diet for long-term weight loss: a meta-analysis of randomized controlled trials.
Referensi: Santos, F. L. et al. (2012). Systematic review and meta-analysis of clinical trials of the effects of low carbohydrate diets on cardiovascular risk factors.
Referensi: Taylor, M. K. et al. (2017). Ketogenic diet for the treatment and prevention of dementia: A review.
Referensi: Rho, J. M. et al. (2009). The ketogenic diet; Stoking the powerhouse of the cell.
Referensi: Martin, W. F. et al. (2016). Ketogenic diet and other dietary treatments for epilepsy.
Referensi: Dashti, H. M. et al. (2004). Long-term effects of a ketogenic diet in obese patients.
Referensi: Mancinelli, A. (2015). The ketogenic diet: A scientifically proven approach to fast, healthy weight loss.
**Referensi:**
- Patterson, R. E. et al. (2015). Intermittent Fasting and Human Metabolic Health.
- Varady, K. A. et al. (2013). Alternate day fasting for weight loss in normal weight and overweight subjects: A randomized controlled trial.
- Mattson, M. P. et al. (2018). Meal frequency and timing in health and disease.
Estruch, R. et al. (2013). Primary Prevention of Cardiovascular Disease with a Mediterranean Diet.
Salas-Salvadó, J. et al. (2011). Reduction in the Incidence of Type 2 Diabetes With the Mediterranean Diet.
Martinez-Lapiscina, E. H. et al. (2013). Mediterranean diet improves cognition: the PREDIMED-NAVARRA randomised trial.
Konstantinidi, M. et al. (2020). Plant-Based, Vegan and Pegan Diets: A Review.
Chiba, M. et al. (2015). The Influence of a Pegan Diet on Gut Microbiota and Cardiometabolic Syndrome.
Jang, M. et al. (2018). Comparison of Anti-Inflammatory Effects of Pegan and Mediterranean Diets in Patients with Rheumatoid Arthritis.








Komentar
Posting Komentar